Your Adsense Link 728 X 15

PENGERTIAN HADITS DHOIF

Posted by Anton Sanjaya Jumat, 06 Juli 2012 0 komentar

Secara bahasa dhoif adalah lemah atau lawan kata dari qowiiy (kuat). Lemah disini adalah maknawi bukan lemah dalam arti fisik. Secara istilah, hadits dhoif adalah yang tidak mampu mengumpulkan sifat-sifat atau memenuhi syarat-syarat hadits hasan.
Kelemahan hadits dhoif pun bertingkat-tingkat bergantung pada kelemahan para perawinya, atau keburukan hafalannya, sebagaimana pula hadits shohih yang juga mempunyai tingkatan. Maka kemudian dikenal penamaan yang beragam untuk hadits dhoif , seperti : dhoif jiddan, munkar, wahy, atau yang paling buruk jenisnya adalah maudhu’.



CONTOH HADITS DHOIF
Salah satu contoh hadits dhoif adalah riwayat yang berbunyi :


" Barang siapa sholat enam rekaat setelah maghrib, dan tidak berbicara buruk diantara itu semua, maka seimbang dengan ibadah dua belas tahun " (HR Tirmidzi) .
Hadits diatas diriwayatkan oleh Umar bin Rosyid dari Yahya bin Abi Bakar dari Abu Salamh dari Abu Huroiroh. Tentang nama perawi Umar bin Rosyid di atas, Imam Ahmad, Ad-Daruqutni mengatakan : dia dhoif. Imam Ahmad menambahkan tentangnya : hadistnya tidak bernilai sedikitpun. Tirmidzi mengomentari hadits tersebut : Ini Hadits Gharib kami tidak mengetahuinya kecuali melalui jalan Umar, sementara saya mendengar Bukhori mengatakan tentangnya bahwa Umar : dia munkarul hadits.

0 komentar:

Poskan Komentar

Materi Banyak Di Baca